4 Cara Agar Aksesbilitas Terhadap Pekerjaan Penyandang Disabilitas Semakin Terbuka

Menjadi penyandang disabilitas bukan berarti tidak mampu melakukan sesuatu sama sekali. Disabilitas tidak sama dengan orang yang menderita penyakit yang tidak mampu melakukan apapun. Disabilitas hanyalah keterbatasan atas kegiatan tertentu, di mana masih masih bisa mengasah kemampuan yang lain untuk beraktivitas. Menyerah seharusnya dihapus dari kata penyandang disabilitas. Tahukah jika menjadi kaum difabel, maka akan memberikan inspirasi bagi banyak orang? Terutama ketika berhasil bangkit hingga menorehkan prestasi yang membanggakan.

Kini mulai banyak lapangan pekerjaan yang merekrut penyandang disabilitas, di mana perusahaan tersebut mulai memberikan fasilitas yang memenuhi ruang gerak kaum difabel. Meski masih banyak faktor-faktor penghambat bagi penyandang disabilitas untuk berkreasi, perusahaan mulai memberikan lingkungan yang ramah disabilitas untuk tetap berkarya. Namun, untuk mematahkan faktor penghambat lain yang mungkin muncul di tengah jalan, inilah cara untuk membuka akses pekerjaan bagi disabilitas di era teknologi modern :

– Menyediakan program magang
Bagi perusahaan yang masih belum yakin dengan kemampuan penyandang disabilitas, dapat menyediakan program magang khusus difabel. Hal ini sekaligus menjadi pembuktikan kaum difabel bahwa mereka mampu untuk bekerja dan berkarya.

– Membuat platform khusus kaum difabel
Saat ini mulai bermunculan platform yang mempertemukan antara kaum difabel dengan perusahaan yang ingin memepekerjakan penyandang disabilitas. Kaum difabel hanya perlu memberikan daftar riwayat hidup, kemudian platform tersebut akan berkomunikasi dengan perusaan terkait kondisi dan fasilitas yang dibutuhkan oleh difabel tersebut.

– Apresiasi kepada perusahaan
Perusahaan yang menyediakan dan merekrut pekerja penyandang disabilitas perlu diberikan apresiasi. Apalagi jika mampu menyediakan fasilitas di dalamnya. Apresiasi ini diharapkan mampu memancing perusahaan lain untuk membuka lapangan kerja yang kondusif bagi penyandang disabilitas. Selain itu, apresiasi dapat menjadi tonggak bagi perusahaan tersebut untuk tetap meningkatkan pelayanan dan fasilitas bagi kaum difabel, jika memang belum terlalu memadai.

– Mensosialisasikan kuota pekerjaan
Mungkin masih ada yang belum tahu bahwa aturan perusahaan yang memiliki pekerja lebih dari 20 orang, maka wajib memiliki 1% pekerja difabel dari total seluruh karyawan yang dimiliki. Hal ini perlu disosialisasikan sehingga masyarakat dan perusahaan menjalankan peraturan dan menyediakan lapangan kerja bagi kaum difabel.

This entry was posted in General and tagged , , . Bookmark the permalink.